Kuala Tungkal , Menjalin kerjasama dalam pengelolaan setoran pbb p2 untuk memberikan penyuluhan, edukasi kepada masyarakat agar pengelolaan pajak berjalan secara humanis, secara elegan.
Kerjasama tersebut dilakukan saat Rapat koordinasi intensifikasi PBB – P2 serta Launching penyerahan SPPT PBB P2 tahun 2019, di Balai Pertemuan Kantor Bupati Tanjab Barat, Rabu (27/2/2019).
Yon Heri Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Tanjab Barat mengatakan Rapat koordinasi yang intinya untuk memberikan arahan dan kesepakatan tentang bagaimana kita mengelola pbb p2 di 2019, sehingga pengelolaan pajak ditahun 2018 menjadi pembelejaran agar lebih baik lagi dan lebih meneningkat di tahun 2019.
Penghargaan kepada pengelola pajak seperti camat kades lurah yang berprestasi. Kemudian yang tidak kala penting dalam upaya peningkatan pengelolaan pbb p2 ini bekerjasama dengan Bank Jambi dalam pengelolaan setoran.
“Bekerjasama dengan MUI untuk memberikan penyuluhan, edukasi kepada masyarakat agar pengelolaan pajak itu berjalan secara humanis, secara elegan. Tidak ada cara pemaksaan,” ujarnya.
Dengan itu timbul kesadaran masyarakat untuk segera menunaikan kewajiban perpajakannya.
Sebab itu Sekretaris Daerah Tanjab Barat Drs.H.Ambok Tuo MM mengatakan pajak bumi dan bangunan sektor perdesaan dan perkotaan (pbb-p2) merupakan sumber penerimaan pendapatan daerah pendapatan daerah yang posisinya sangat strategis.
Pbb-p2 sebenarnya juga merupakan identitas dari kehidupan bernegara secara luas,” katanya.
Dia menuturkan pengelolaan pbb-p2 di kabupaten Tanjung Jabung Barat mengalami perkembangan dari waktu ke waktu.
Menurutnya pengelolaan pbb-p2 yang semakin membaik ini tentu saja berdampak positif terhadap peningkatan penerimaan pbb-p2 di kabupaten tanjung jabung barat. Pada tahun 2018 yang lalu realisasi penerimaan pbb-p2 mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Dimana pada tahun 2017 realisasi penerimaan pbb – p2 sebesar 87,02% dan pada tahun 2018 realisasi penerimaan pbb-p2 mengalami penembatan menjadi 91,40%.
Realisasi penerimaan pbb-p2 ditingkat desa dan kelurahan juga terus mengalami peningkatan, pada tahun 2017 desa / kelurahan menggunakan realisasi pbb – p2 100% hanya berjumlah 37 desa / kelurahan, dan pada tahun 2018 desa / kelurahan sehingga angka menjadi 55 desa / kelurahan.
Membangun kesadaran masyarakat untuk membayar pajak tidaklah semudah yang dibayangkan.
Akan tetapi kita tidak boleh berhenti untuk mencari terobosan serta menemukan inovasi dalam meningkatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat termasuk dalam memberikan pelayanan pemungutan pbb p2,” sebut sekda.
Sementara itu Muholik, Kepala Desa Jati Emas mengutarakan selaku Kades akan memberikan yang terbaik kepada daerah dengan terus mengajak masyarakat untuk secara sadar untuk membayarkan pajaknya tanpa harus diminta.
“yang jelas target kita empat tahun berturut turut tercapai terus 100 persen, kita akan mepertahan tradisi,” ungkapnya.
Turut Hadir Staf Sekda, Ambo Tuo, staf ahli, Kepala Opd, Unsur Forkopimda, Para Camat, Kepala Desa dan lurah, Ketua MUI, Kepala Bank Jambi.(ghil/Hms)
















