Lintas.co.id(Jambi) – Gubernur Jambi, Dr.Drs.H.Fachrori Umar,M.Hum berharap agar jasa keuangan mendorong pertumbuhan perekonomian Provinsi Jambi secara signifikan, dengan pertumbuhan yang distributif pada masyarakat. Seiring dengan hal tersebut, Fachrori mengharapkan pertumbuhan industri jasa keuangan di Provinsi Jambi Tahun 2020 meningkat, tumbuh lebih berkualitas dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, dan tingkat pertumbuhan ekonomi yang stabil, serta inflasi yang relatif rendah dan terkendali. Hal tersebut disampaikan Fachrori usai mengikuti Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan Tahun 2020, yang berlangsung di Ballroom Hotel The Ritz Carlton Jakarta, Kamis (16/01).
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) secara langsung memberikan arahan pada Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan Tahun 2020 yang mengusung tema “Ekosistem Keuangan Berdaya Saing untuk Pertumbuhan Berkualitas.”
Fachrori menuturkan, laju pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jambi pada tahun 2019 menunjukkan grafik yang cukup baik dengan laju inflasi yang relatif rendah. Berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jambi, pertumbuhan kredit di Provinsi Jambi berada pada kisaran angka 8 sampai 9 persen serta ditandai dengan meningkatnya investor yang masuk pada pasar modal.
“Jadi, pertumbuhan jasa keuangan di Provinsi Jambi pada tahun 2019 menunjukkan tren yang positif, hal tersebut berimbas pada meningkatnya pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jambi. Kedepannya kita mengharapkan pertumbuhan jasa keuangan di Provinsi Jambi meningkat dan lebih berkualitas lagi,” tutur Fachrori.
“Kita juga mengharapkan pengelolaan jasa keuangan di Provinsi Jambi lebih berkualitas lagi, guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang pastinya akan berimbas pula terhadap meningkatnya kesejahteraan masyarakat Jambi,” tambah Fachrori.
Selanjutnya, Fachrori meminta kerjasama dari OJK Provinsi Jambi dalam mengawal dan mengawasi industri jasa keuangan baik perbankan maupun non perbankan dan pasar modal di Provinsi Jambi dengan terus melakukan inovas- inovasi dan menerapkan digitalisasi, sehingga industri jasa keuangan yang ada di Provinsi Jambi lebih berkualitas dan memiliki daya saing.
Dalam arahannya, Jokowi menyampaikan bahwa secara makro, pemerintah harus membangun kepercayaan baik dari dalam negeri maupun luar negeri dalam rangka meningkatkan arus masuk investasi ke Indonesia. “Pekerjaan pemerintah secara makro itu hanya satu, yaitu membangun kepercayaan, itu yang harus kita bangun. Tapi sebelumnya, kita harus mewujudkan stabilitas politik, ekonomi, dan keamanan untuk membangun kepercayaan tersebut,” kata Jokowi.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso,SE.,M.Sc.,Ph.D mengungkapkan, OJK telah menyiapkan lima kebijakan strategis tahun 2020 dalam mewujudkan ekosistem jasa keuangan berdaya saing dan berperan optimal guna mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas. (red)
















