Lintas.co.id(Tanjung Jabung Barat) – Dalam pencegahan terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) diwilayah Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Bupati Tanjabbar, H. Anwar Sadat meminta masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara di bakar.
Selain itu Bupati juga menekankan para kepala desa memiliki komitmen gerakan bersama untuk mensukseskan pembuatan 114 Ton Kompos Limbah Lahan di 114 Desa dalamupaya pencegahan Karhkutla di wilayah masing-masing.
Hal tersebut disampaikan oleh Bupati H. Anwar Sadat saat menghadiri Gerakan Bersama Penolahan Lahan dan Limbah Pembuatan 114 Ton di 114 Desa Optimalisasi Solusi Permanen Cegah Karhutla digelar oleh Polres Tanjab Barat dan Pemkab di Balai Pertemuan Kantor Bupati, Rabu (31/3/21).
Selain itu Bupati juga menekankan para kepala desa memiliki komitmen gerakan bersama untuk mensukseskan pembuatan 114 Ton Kompos Limbah Lahan di 114 Desa dalamupaya pencegahan Karhkutla di wilayah masing-masing.
Hal tersebut disampaikan oleh Bupati H. Anwar Sadat saat menghadiri Gerakan Bersama Penolahan Lahan dan Limbah Pembuatan 114 Ton di 114 Desa Optimalisasi Solusi Permanen Cegah Karhutla digelar oleh Polres Tanjab Barat dan Pemkab di Balai Pertemuan Kantor Bupati, Rabu (31/3/21).
Lebih jauh Bupati mengajak masyarakat agar bisa merubah mendset dalam membuka lahan tidak dengan membakar, namun bagaimana kedepannya dapat diolah lebih produktif, bernilai ekonomis dan tidak melanggar hokum salah satunya dijadikan kompos.
“Gerakan bersama solusi permanen cegah karhutla ini, harus di mulai dari perubahan mindset agar tidak membakar lahan, Karhutla harus kita cegah, mumpung masih bisa kita cegah,” kata Bupati.
Dikatakannya, kewaspadaan tinggi menjadi keharusan karena Tanjab Barat termasuk daerah yang sangat rawan kebakaran hutan dan lahan. Banyaknya lahan gambut membuat potensi kebakaran cukup tinggi karena gambut yang kering sangat mudah terbakar dan sulit dipadamkan.
Demikian pula kata Bupati, kebakaran hutan dan lahan sering terjadi akibat ulah manusia, yang mana dilakukan memakai jalan instan.
“Tantangan kita kedepan ada di desa, kita harus komunikasikan pihak perusahaan dan desa, kedeannya perlu dilakukan MOU terkait pupuk kompos untuk mencegah karhutla,” ungkapnya.
“Apa yang kita gagas hari ini merupakan solusi permanen cegah Karhutla, terus bersosialisasi, insyaAllah mereka tergugah hatinya untuk tidak membakar hutan dan lahan,” harap Bupati. (red)
















