Sarolangun – LINTAS.CO.ID – Terkait penembakan salah satu warga desa Karang Mendapo Kecamatan Pau Kabupaten Sarolangun, pada tanggal 29 Mei, warga dan pihak pemerintah lakukan rembuk adat. Hal ini disampaikan Camat Pauh, Jupri, SE kepada Lintas.co.id, Minggu (31/05/2020).
Jupri mengatakan “hari ini bersama dengan lembaga adat desa kecamatan Pauh, berkenaan dengan adanya kejadian penembakan di Desa Karang Mendapo, sesuai pada kesepakatan diawal, disaat kejadian bahwa pihak keluarga bersedia bersama pihak pemerintah untuk melaksanakan rembuk adat berkenaan dengan meninggalnya Almarhum pada kejadian tersebut,” terangnya
Rembuk adat ini kesepakatan Bupati Sarolangun sebagai perwakilan pemerintah daerah dan didampingi dengan Dandim Sarko berhadapan dengan orang tua Almarhum untuk setelah pemakaman melakukan rembuk adat atau oleh Wakil Bupati Sarolangun mengamanahkan rembuk adat ini dilaksanakan ditingkat desa melalui ketua lembaga adat desa, kecamatan kemudian dihadiri oleh camat, kades,Angota Dewan dan juga tokoh masyarakat.
Jadi pada hari ini telah terlaksana rembuk adat, bahwa menurut adat pada intinya “Mati Dibangun” jadi ini kami laksanakan diawal bahwasanya keluarga, ahli waris bersama dengan lembaga adat dan pihak pemerintah sepakat terhadap hasil lembaga adat. Dan hasil keputusan ini menurut lembaga adat tidak bisa diganngu gugat karena inilah yang digunakan se Provinsi Jambi.
Bahwasanya dengan meninggalnya Almarhum menurut adat yang mana “Mati Dibangun yang Luka Dipampas” jadi yang mati ini dibangun maka ada uabg bangunan sebesar 25 juta kemudian dikarenakan yang almarhum meninggalkan istri dan anak maka ada santunan berdasarkan keputusan adat tersebut ada santunan sebesar 15 juta.
Jadi secara keseluruhan sebesar 40 juta untuk diserahkan kepada keluarga atau ahli waris almarhum.
Kemudian terkait penuntutan dari ahli waris atau keluarga meminta untuk dilakukan penindakan secara tegas dan secara hukum yang berlaku terhadap pelaku penembakan agar betul – betul keputusannya tidak memihak dan berlaku seadil – adiklnya kepada pelaku penembakan pada korban.
Dan kami juga telah sepakat bersama – sama bahwa setelah rembuk adat ini selesaiaka tidak ada lagi persoalan dibelakang ataupun dendam.
Dan kami juga telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian bahwa kami dari sisi pemerintahan untuk melaksanakan demi kenyamanan masyarakat secara utuh.
Kemudian Tokoh Pemuda Desa Karang Mendapo mengatakan “untuk urusan adatnya susah diselesaikan secara adat dan ada berita acaranya, tapi untuk jalur hukum kita tunggu dulu keputusan hukumnya dari aparat penegak hukum, karena pelaku penembakan katanya sudah di Polres,” ujarnya
Dalam rembuk adat ini dihadiri Anggota DPRD Sarolangun, Sarwaini, Ketua Lembaga Adat Desa, Kecamatan, Kepala Desa, Tokoh Masyarakat dan Babinsa.
(As)

















Explore the ranked best online casinos of 2025. Compare bonuses, game selections, and trustworthiness of top platforms for secure and rewarding gameplaycrypto casino.